Rabu, 01 Mei 2013

perkembangan buddhis di negara Singapura dan malaysia


2.1. PERKEMBANGAN AGAMA BUDDHA DI ASIA TENGGARA MARITIM
2.1.1.  Perkembangan Agama Buddha di Singapura
Agama Buddha pertama kali masuk ke Singapura diperkirakan terpengaruh oleh Kerajaan Sriwijaya. Agama Buddha di Singapura dinut oleh mayoritas ernis Cina, kemudian Sri Lanka, dan Thailand. Sekte yang berkembang paling dominan adalah Mahayana, Theravada, dan Vajrayana (Tibet). Perwakilan organisasi Buddhis di Singapura disebut Singapore Buddhist Federation. Pemuda-pemudi Buddhis Singapura tergabung dalam organisasi yang terdapat di Candi Kong Meng San Kark See, Singapore Buddhist Mission Youth, WAY (Wat Ananda Youth), The Buddha Fellowship, NUS Buddhist Society, NTU Buddhist Society, Singapore Polytechnic Buddhist Society, Nanyang Polytechnic Buddhist Society, Ngee Ann Polytechnic Buddhist Society, Amitabha Buddhist Centre, Firefly Mission, YBC (Young Buddhist Chapter), 3GEMS (Buddhist guided tours), dan sebagainya. Perkembangan agama Buddha didukung oleh bhikkhu-bhikkhu dari Sri Lanka, Thailand, dan dari Negara Timur Selatan yang mengajarkan Dhamma ke Singapura. Di Singapura, muncul vihara-vihara Theravada seperti Candi Sakyamuni Buddha Gaya. Muncul organisasi Buddhis Jepang yaitu Soka Gokai International. Candi Buddha Mahayana Cinadi Singapura yaitu Vihara Kong Meng San Phor Kark, Vihara Theravada adalah Wat Ananda Metyarama.

2.1.2.  Perkembangan Agama Buddha di Malaysia
Agama Buddha adalah agama terbesar kedua di Malaysia yang dianut oleh etnis Cina di Malaysia. Penyebaran agama Buddha di Malaysia terjadi pada abad ke- 2 SM dan adanya pedagang India ke tanah Melayu. Periode perkembangan agama Buddha di Malaysia yaitu :

a.     Periode Awal
Masuknya agama Buddha :
1)   Masuknya agama Buddha ke Malaysia terutama di Kedah adalah datangnya Bhikkhu Sona dan Uttara setelah konsili ke- 3.
2)   Pada abad ke- 5 agama Buddha berkembang baik di Semenanjung Melayu, dengan ditemukannya peninggalan arkeologi di Kuala Selinsing, Tanjung Rambutan, Lembah Kinta, Bidor dan beberapa tempat lainnya.
3)   Pada abad ke- 7 agama Buddha Mahayana berkembang di Semenanjung Melayu di bawah kekuasaan Sriwijaya.

Kemunduran agama Buddha :
1)   Pada abad ke- 10 Raja Parameswara (Phra Ong Mahawangsa) mendirikan Kesultanan Malaka dengan memeluk agama Islam.
2)   Pada abad ke- 11 Kerajaan Kedah diserang Chola dan Tamil, sedangkan raja Kedah bernama Phra Ong Mahawangsa mencela agama dari India.
3)   Pada abad ke- 12 Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran termasuk agama Buddha yang mempengaruhi perkembangan Buddhisme di Semenanjung Malaya.
4)   Pada abad ke- 15 rakyat Semenanjung Melayu memeluk agama Islam dan menjadi agama utama.
5)   Peninggalan kebudayaan Buddhisme terdapat di Kedah, Perlis dan Barat dengan pengaruh negeri Thai. Unsur Buddhisme terdapat juga dalam drama Menora dan wayang kulit.

Periode Kontemporari :
1)   Agama Buddha mengalami kebangkitan kembali dengan datangnya imigran dari Cina pada abad ke- 17.
2)   Ditemukan patung Buddha dari kuningan, ditemukan di tambang timah di Pengkalan Pegoh, Ipoh, Perak pada tahun 1931.
3)   Aliran agama Buddha selanjutnya dipengaruhi kebudayaan Thailand, Sri Lanka, Burma, Jepang, dan Tibet.
4)   Muncul organisasi Buddhis seperti YBAM (Young Buddhist Association of Malaysia) dan MBA (Indonesian Buddhist Association) pada tahun 1950.
5)   Berdiri organisasi Muda Buddhis Malaysia pada 1955, yang diprakarsai oleh bhikkhu berkebangsaan Amerika bernama Ven. Sumangalo yang mendirikan Kumpulan Belia Persatuan Buddhis Pulau Pinang.
6)   Sejak saat itu berdiri organisasi – organisasi Buddhis di Malaysia yang tergabung dalam Kesatuan Persaudaraan Buddhis Malaysia namun tidak aktif sejak 1965.
7)   Berdiri Persatuan Belia Buddhis Malaysia (Young Buddhist Association of Malaysia, YBAM) sebagai hasil seminar pada 25 – 29 Juli 1970 di University Malaya, Kuala Lumpur, yang mengkondisikan munculnya organisasi yang sampai 1994 berjumlah 260.
8)   Terdapat Buddhist Missionary Society oleh kelompok pemuda yang melakukan aktivitas keagamaan.
9)   Pada akhir abad ke- 19 terdapat penganut Theravada di Malaysia yang membentuk organisasi Sasana Abhiwurdhi Wardhana Society (SAWS)
yang beranggotakan imigran dari Sri Lanka.
10)    Bhikkhu dari Sri Lanka mendirikan vihara seperti Mahindarama di pulau Penang dipimpin Ven. Pemaratana (1957 – 1997).
11)    Datang Bhikkhu Sumangalo dari Amerika pada tahun 1957.
12)    Terdapat candi bernuansa Burma yaitu Candi Dhammikarama yang populer setelah Ven Pannavamsa datang pada tahun 1961, dan terdapat vihara Thailand Wat Ping Ban Onn di Penang sebagai pusat meditasi Buddhis Malaysia.
13)    Orang Malaysia yang menjadi bhikkhu adalah :
a)    Ven. Sujivo yang menjadi samanera pada tahun 1975 dan mendirikan pusat meditasi Santisukharama di perkebunan karet Kota Tinggi, Semenanjung, Malaysia.
b)   Ven. Suvanno yang terkenal sebagai bhikkhu Kharismatik yang fasih dalam Bahasa Inggris dan Hokkian. Ia mendirikan pertapaan Buddha di desa sebelah utara dari Lunas.
c)    Ven. Aggacitta yang dihormati atas pengetahuannya tentang Vinaya dan kitab suci, menerjemahkan buku “in this very life”, dan mendirikan Buddha Sasanarakkha Sanctuary sebagai vihara hutan untuk latihan meditasi.
d)   Ven. Mahinda, yang menjadi bhikkhu ketika bertemu bhikkhu dalam masa belajarnya di New Zealand, namun ia berada di pusat meditasi Aloka di dekat Sidney, Australia.
e)    Ven. Kattapunna mendirikan Solitude Grove yaitu pertapaan hutan di Penang.
Ven. K. Sri Dhammananda berperan penting dalam perkembangan Theravada sejak kedatangannya pada tahun 1951 ketika diundang oleh SAWS yaitu :
1)   Bertemu kolonial Inggris, Sir Gerals Templar yang ingin menghilangkan pengaruh komunis dengan memberikan khotbah Buddhis kepada etnis Cina yang mendukung pemberontak.
2)   Pada tahun 1962 Ven. K. Sri Dhammananda membentuk Buddhist Missionary Society (BMS) untuk meningkatkan upaya misionernya.
3)   Masyarakat banyak mencetak gambar, buku, dan buklet Ven. K. Sri Dhammananda sebagai pengenalan Buddhisme secara luas kepada masyarakat Malaysia.
4)   Memberikan khotbah di Maha Vihara Buddha, Brickfields di Kuala Lumpur.
5)   Ven. K. Sri Dhammananda mendirikan Ti-Ratana Welfare Society (Ti-Ratana Kesejahteraan Masyarakat), Panti Asuhan Ti-Ratana (Ti-Ratana Orphanage), dan Ti-Ratana Community Centre di Kuala Lumpur.
6)   Pada Desember 1976 mengadakan kegiatan Pabbaja Samanera sehingga beberapa bhikkhu belajar di Sri Lanka dan berdiam di vihara Brickfields.
7)   Ven. K. Sri Dhammananda dibantu oleh bhikkhu dari Sri Lanka yaitu :
a)    Ven Gunaratana setelah sepuluh tahun (1958 – 1968) di Malaysia mendirikan Bhavana Society di West Virginia, Amerika Serikat.
b)   Ven Wimalajothi (1976 – 1987) yang kemudian kembali ke Sri Lanka mendirikan Pusat Kebudayaan Buddhis.
Terdapat organisasi Buddhis sekte Vajrayana yaitu Vajrayana Buddhist Council of Malaysia (VBCM) yang berdiri pada tahun 1988 dan diakui pemerintah pada 12 Juni 2002.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar